BERITA UTAMA


Kekeringan di Bojonegoro Meluas 28 Desa

droping air bersih yang dilakukan BPBD Bojonegoro

Musim kemarau panjang membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Bojonegoro Jawa-timur dilanda kekeringan,data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bojonegoro,hingga saat ini tercatat ada 28 desa yang tersebar di 13 kecamatan mengalami krisis air bersih

Kepala Pelaksana BPBD Bojonegoro Umar Ghoni mengatakan,hingga ahir bulan agustus tahun 2019 ini,pihaknya sudah mendistribusikan sebanyak 292 rit air bersih atau sejumlah 1.460.000 liter.pendistribusian dilakukan secara bertahap secara bergiliran ke masing-masing desa terdampak

Salah satu daerah yang mengalami kekeringan adalah Desa Ngumpakdalem Kecamatan Dander,padahal desa tersebut pada tahun 2018 kemarin tidak mengajukan bantuan droping air bersih atau tidak mengalami kekeringan

“warga yang mengajukan permintaan droping akan kita kirim sebanyak 5000 liter air bersih” terangnya

Menurut Umar,Sesuai prediksi BMKG  bahwa Bulan Agustus dan September,merupakan puncak musim kemarau maka diprediksi akan terjadi peningkatan jumlah permintaan air bersih.Pihaknya telah menyiapkan beberapa skenario untuk memenuhi kebutuhan air bersih

“ untuk mendapatkan pasokan air bersih warga harus mengajukan surat permohonan yang ditujukan kepada Ibu Bupati Bojonegoro” tambahnya

Sejumlah desa yang dilanda kekeringan tersbeut diantaranya,Kecamatan Kepohbaru terdapat 3 desa, Desa Ngeper Kecamatan Padangan,3 desa di Kecamatan Temayang, 5 desa di Kecamatan Sugihwaras, 2 desa di Kecamatan Tambakrejo, Desa Sukowati Kecamatan Kapas. 2 desa di Kecamatan Purwosari, 3 desa di Kecamatan Ngraho,  Sumberejo dan Ngasem , 2 desa di Kecamatan  Kasiman  dan Desa Sumberjokidul Kecamatan Sukosewu,serta satu desa di kecamatan Dander.



Posting Komentar

0 Komentar