BERITA UTAMA


AJI Jakarta dan Hivos Dorong Transparansi dan Keterbukaan Informasi Lewat Roadshow Pelatihan Jurnalisme


Bojonegoro, 2 Agustus 2019 – Demi meningkatkan transparansi serta keterbukaan informasi anggaran pengadaan barang dan jasa pada sektor pendidikan dan kesehatan, Hivos bekerja sama dengan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta menyelenggarakan kegiatan
Pelatihan Jurnalisme Investigasi dan Roadshow Jurnalisme Warga (Monithon). Kegiatan ini dilaksanakan dengan dukungan dari Uni Eropa dan Hivos Open Contracting melalui program SPEAK (Strengthening Public Services through the Empowerment of Women-led Advocacy and Social Audit Networks).

Ketua AJI Jakarta, Asnil Bambani Amri, menjelaskan latar belakang pelatihan jurnalisme investigasi ini adalah untuk mengasah kemampuan jurnalis di Bojonegoro agar mampu meliput isu-isu terkait transparansi anggaran dan responsivitas pelayanan di sektor kesehatan dan pendidikan. Peran jurnalis sebagai watchdog dapat mengawal jalannya pemerintahan sehingga mencegah terjadinya korupsi dan memperbaiki layanan demi kesejahteraan warga di Bojonegoro.

Perilaku korupsi akan merajalela saat transparansi dan keterbukaan informasi terkait anggaran dan pengadaan barang dan jasa terabaikan. Hal itu semakin buruk jika publik dan jurnalis memiliki banyak kendala untuk melakukan pengawasan secara optimal.

“Kami berharap, peserta pelatihan bisa memperkuat kontrol sosial, termasuk kontrol terhadap pelaksanaan pemerintahan. Dengan adanya mekanisme kontrol, setidaknya pelaksanaan pemerintahan bisa dilakukan sesuai aturan yang berlaku, jauh dari korupsi serta menganut prinsip keadilan sosial,” ujar Asnil.

Dalam pelatihan jurnalisme investigasi, kata Asnil, peserta akan dibekali berbagai materi seperti sejarah jurnalisme investigasi, kode etik jurnalistik, jurnalisme berbasis gender, dan menyusun rencana peliputan. Nantinya, akan dipilih 2 jurnalis untuk mendapatkan beasiswa peliputan (fellowship) guna menghasilkan liputan investigasi yang akan dipublikasikan melalui media lokal ataupun nasional.

Adapun dalam roadshow jurnalisme warga, masyarakat akan didorong untuk berpartisipasi dalam “monithon” (monitoring marathon) atau pengawasan publik secara berkelanjutan, dengan membagikan informasi terkait indikasi pelanggaran di daerahnya melalui media sosial dan aplikasi JAGA. Di antara warga yang berbagi informasi melalui kanal tersebut, akan dipilih 6 orang untuk mendapatkan penghargaan atas partisipasinya dalam melakukan pengawasan publik.

“Workshop lewat roadshow ini juga untuk melatih warga agar kritis dan bisa menggali informasi publik yang merupakan hak mereka,” lanjut Asnil.

Bapak Charles-Michel Geurts, Chargé d'affaires a.i. Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, mengatakan "Unsur yang sangat penting dalam perang melawan korupsi adalah peran masyarakat sipil dan media. Indonesia memiliki masyarakat sipil yang dinamis yang keberadaannya dijamin oleh hukum. Saya percaya ini adalah fitur kuat masyarakat Indonesia dan akan sangat diperlukan untuk perjuangan melawan korupsi".

Sementara itu, Pradizza Septiana Putri, Project Officer SPEAK, Hivos Asia Tenggara, menjelaskan bahwa peningkatan transparansi membutuhkan upaya dari semua pihak, baik pemerintah, jurnalis, maupun masyarakat secara umum.

”Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sudah menunjukkan komitmen yang baik dengan penyediaan informasi pengadaan barang dan jasa melalui Bojonegoro Open System serta bersedia menjadi tuan rumah untuk Peringatan Hari Keterbukaan Informasi Nasional Pertama di bulan Juni kemarin. Adapun pelatihan dan roadshow ini adalah salah satu bentuk kepedulian masyarakat sipil untuk meningkatkan kemampuan serta partisipasi warga dan jurnalis dalam mengawal komitmen tersebut melalui cara-cara jurnalistik,” ujar Pradizza.

Fokus isu dari kegiatan ini adalah pengawasan sektor pendidikan dan kesehatan, utamanya yang berkaitan dengan perencanaan dan penganggaran responsif gender (PPRG), serta implementasinya. Oleh sebab itu, keterlibatan aktif warga, khususnya perempuan sangat diharapkan, agar perencanaan dan penganggaran bisa semakin responsif dalam mengatasi permasalah yang dihadapi oleh masyarakat Bojonegoro di kedua sektor tersebut.

Pada tahun 2019, pelatihan jurnalisme investigasi dan roadshow jurnalisme warga (monithon) ini akan dilaksanakan di tiga kota/kabupaten: Semarang, Bojonegoro dan Jakarta. Di Bojonegoro, kegiatan ini diselenggarakan pada tanggal 2 hingga 4 Agustus 2019.



*Tentang SPEAK*
SPEAK (Strengthening Public Services through the Empowerment of Women-Led Advocacy and Social Audit Networks) adalah program yang berupaya untuk melembagakan partisipasi masyarakat yang efektif dan konstruktif dalam perencanaan dan penggunaan anggaran daerah untuk mengatasi kemiskinan struktural dengan lebih baik. Program ini dilaksanakan atas dukungan dari Uni Eropa dan Kementerian Luar Negeri Belanda melalui Hivos Open Contracting.

*Tentang AJI Jakarta*
Aliansi Jurnalis Independen (AJI) didirikan oleh 58 jurnalis dan kolumnis lewat Deklarasi Sirnagalih pada 7 Agustus 1994 di Sirnagalih, Bogor, setelah pembredelan majalah Tempo, Detik, dan Editor oleh rezim Orde Baru. Organisasi ini bertujuan untuk (1) memperjuangkan kebebasan pers, kebebasan berekspresi dan kebebasan mengakses informasi, (2) meningkatkan profesionalisme dan menjaga standar etika jurnalis, serta (3) meningkatkan posisi tawar jurnalis dalam hal kesejahteraan dengan serikat media. Saat ini, AJI telah ada di lebih dari 34 kota di Indonesia, salah satunya adalah AJI Jakarta yang beranggotakan sekitar 450 jurnalis yang bekerja di DKI Jakarta.

*Tentang Hivos*
Hivos adalah lembaga internasional yang mengupayakan solusi baru untuk menghadapi isu-isu global. Dengan proyek tepat guna, Hivos menentang diskriminasi, ketidaksetaraan, penyalahgunaan kekuasaan dan penggunaan sumberdaya yang tidak berkelanjutan. Fokus utama Hivos adalah perubahan struktur. Untuk itulah Hivos bekerjasama dengan pelaku usaha, masyarakat dan organisasi masyarakat yang inovatif. Hivos berbagi mimpi dengan mereka untuk meraih ekonomi yang berkelanjutan dan masyarakat yang inklusif.

*Tentang Uni Eropa*
Uni Eropa adalah kesatuan ekonomi dan politik yang unik antara 28 Negara Anggota. Bersama-sama, mereka telah membangun zona yang stabil, berlandaskan demokrasi dan pembangunan berkelanjutan sambil mempertahankan keanekaragaman budaya, toleransi dan kebebasan individu. Pada tahun 2012, Uni Eropa dianugerahi Penghargaan Nobel Perdamaian karena upayanya dalam menjunjung perdamaian, rekonsiliasi, demokrasi dan hak asasi manusia di Eropa. Uni Eropa adalah blok perdagangan terbesar di dunia; dan merupakan sumber dan tujuan investasi langsung asing terbesar di dunia. Secara kolektif, Uni Eropa dan Negara-negara Anggotanya adalah donor terbesar untuk Bantuan Pengembangan Resmi (ODA) dengan menyediakan lebih dari setengah ODA secara global.


Posting Komentar

0 Komentar