BERITA UTAMA


78 Desa di Bojonegoro Rawan Kekeringan


Bojonegoro - Memasuki musim kemarau sejumlah desa di Kabupaten Bojonegoro Jawa-Timur mulai dilanda kekeringan,tidak hanya sumber air irigasi untuk lahan pertanian yang terdampak,namun juga untuk kebutuhan air bersih rumah tangga

Data di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro mencatat,sedikitnya terdapat 78 Desa yang tersebar di 10 Kecamatan rawan kekeringam dan krisis air bersih

Sepuluh kecamatan tersebut diantaranya Kecanatan Ngraho, Kepohbaru, Tambakrejo, Sukosewu, Puwosari, Sumberrejo, Sugihwaras, Temayang, Ngambon dan Kasiman. Untuk tahun 2018 meluas seperti Temayang, Bubulan, Tambakrejo, Ngasem, Baureno, Dander, Trucuk, Malo, Kanor dan Kedungadem

Kepala pelaksana BPBD Bojonegoro Unar Ghoni mengatakan,sampai saat ini baru terdapat satu desa yang mengajukan bantuan droping air bersih,yaitu Desa Turi Gede Kecamatan Sugihwaras

"kalau ada permintaan dari masyarakat kita akan lakukan droping air bersih"ungkapnya,sabtu (29/7-2019)

Umar menambahkan,jika masyarakat mengalami kekeringan dan krisis air bersih bisa mengajukan surat permohonan bantuan droping air kepada BPBD,dalam surat tersebut ditujukan kepada Bupati Bojonegoro yang mengetahui kepala desa dan camat setempat

"sebelum mengajukan bantuan droping air,masyarakat diharapkan untuk menyiapkan tempat penampungan air atau tandon"pungkasnya.(ded)

Posting Komentar

0 Komentar